Selamat datang di MUSIM , Bandar Bola, Togel, Live Casino & Slot Online Terbesar di Indonesia.
SLOT GACOR
Bonus Spesial
Freebet Slot
Home Login Live Score Berita Bola Kalkulator Odds
Berita Bola

Angel Di Maria Ungkap Penyebab Dirinya Membenci Masa-Masa di Manchester United

28 Mei 2026 • Redaksi Bola
Angel Di Maria Ungkap Penyebab Dirinya Membenci Masa-Masa di Manchester United

Angel Di Maria akhirnya buka suara mengenai periode sulit yang ia jalani bersama Manchester United setelah didatangkan dengan nilai transfer 59,7 juta paun. Pemain asal Argentina itu mengaku membenci masa-masanya di Old Trafford karena kombinasi masalah di dalam dan luar lapangan selama musim 2014/2015.

Situasi mulai berubah ketika hubungan Di Maria dengan pelatih saat itu, Louis van Gaal, memburuk. Di Maria merasa terlalu sering mendapat kritik terkait performanya tanpa pernah diberikan apresiasi atas kontribusi positif yang ia tampilkan di lapangan.

Selain persoalan taktik, kehidupan pribadi sang winger juga terganggu setelah rumahnya di Cheshire menjadi sasaran percobaan perampokan ketika keluarganya berada di dalam rumah. Kondisi cuaca dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan di Inggris membuat situasi semakin berat bagi pemain yang kemudian menjadi juara dunia bersama Argentina tersebut.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian masalah itu membuat Di Maria memilih meninggalkan Manchester United hanya setelah satu musim. Kepindahannya ke Paris Saint-Germain pun menjadi akhir dari salah satu transfer paling mengecewakan dalam sejarah klub.

Kedatangan Di Maria ke Manchester United awalnya berjalan menjanjikan. Ia langsung tampil impresif dan diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan nomor punggung tujuh yang legendaris di klub tersebut.

Namun situasi berubah seiring berjalannya musim. Di Maria mengaku mulai mengalami masalah dengan Van Gaal setelah sang pelatih terus menyoroti kekurangan dalam permainannya.

"Awalnya semuanya berjalan sangat baik. Permainan saya mengalir. Tetapi setelah mulai bermasalah dengan Van Gaal, semuanya langsung berantakan," ujar Di Maria kepada BBC Sport.

"Saya memulai dengan sangat bagus dan semuanya terasa sempurna. Namun kemudian kami terus mengadakan pertemuan soal kesalahan saya di lapangan. Dia tidak pernah menunjukkan hal-hal baik yang saya lakukan, hanya sisi negatif terus-menerus. Lama-lama saya muak," lanjutnya.