Menurut Ceferin, Infantino harus mempertimbangkan untuk mengundurkan diri atau menghadapi calon penantang dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Infantino sedang mendapat tekanan setelah rencana mencari investasi swasta untuk mengelola sejumlah turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri, menuai penolakan.
Tiga konfederasi bahkan disebut menuduhnya melakukan "penipuan", sementara UEFA mengancam memboikot kompetisi FIFA.
Ceferin sebelumnya dipandang sebagai satu di antara sosok yang berpotensi menjadi penantang Infantino. Namun, pria berusia 58 tahun itu menegaskan dirinya tidak berminat meninggalkan UEFA.
"Saya tidak tertarik karena dua alasan. Salah satunya karena saya mencintai UEFA dan senang bekerja di sini. Saya pikir pada titik tertentu, sudah waktunya untuk menikmati hidup sedikit," ujar Ceferin dalam wawancara dengan podcast "The Rest is Politics".
"Alasan kedua, kredibilitas saya jauh lebih tinggi jika saya tidak tertarik pada posisi tersebut," lanjutnya.


Prediksi Chelsea Vs Leeds di Carabao Cup: Waspada Dendam Sang Tamu!
Presiden Como Mirwan Suwarso menyerahkan kursi VIP kepada para suporter tertua untuk debut bersejarah klub di Liga Champions
Setelah Arsenal Kalahkan Chelsea, Legenda Inggris Coret MU dan Liverpool dari Daftar Kandidat Juara Premier League
