Timnas Inggris mendapat prediksi menarik dari pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, jelang Piala Dunia 2026. Ia menilai skuad racikan Thomas Tuchel bakal banyak mengandalkan situasi bola mati selama turnamen berlangsung.
Koeman mengaitkan pendekatan itu dengan keberhasilan Arsenal meraih gelar Premier League musim ini. Klub London Utara tersebut memang tampil efektif lewat sepak pojok dan situasi bola mati lainnya.
Timnas Inggris juga dinilai memiliki materi pemain yang cocok untuk strategi tersebut. Kehadiran Declan Rice, Dan Burn, hingga Ivan Toney membuat ancaman udara Inggris semakin kuat.
Ronald Koeman memprediksi Timnas Inggris bakal bermain lebih pragmatis pada turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Faktor cuaca panas menjadi salah satu alasan utama pendekatan itu dipilih.
“Anda bisa melihat bagaimana mereka akan bermain dari pilihan skuad Inggris,” ujar Koeman. “Mereka akan bertaruh pada sepak pojok dan lemparan ke dalam.”
Koeman juga menganggap strategi tersebut tidak terlalu menguras tenaga pemain. Menurutnya, cara itu efektif dipakai dalam kondisi cuaca ekstrem selama turnamen berlangsung.
“Itu membutuhkan energi paling sedikit dalam kondisi panas,” kata Koeman. “Itulah cara Arsenal menjadi juara. Tanpa sepak pojok, mereka tidak akan berhasil.”
Arsenal tampil luar biasa dalam memanfaatkan sepak pojok sepanjang musim lalu. Klub asuhan Mikel Arteta mencetak 19 gol dari situasi corner kick di Liga Inggris.
Declan Rice menjadi salah satu eksekutor utama bola mati Arsenal musim ini. Gelandang Timnas Inggris itu memiliki akurasi umpan yang konsisten dalam situasi bola mati.
Thomas Tuchel juga sudah menyiapkan beberapa pemain dengan kemampuan duel udara yang baik. Dan Burn dan Ivan Toney masuk dalam daftar skuad untuk menambah variasi serangan.
“Kami memiliki spesialis untuk berbagai skenario berbeda,” ujar Tuchel. “Kami selalu ingin menjadi tim yang kuat dalam situasi bola mati dan penalti.”


Kritik Keras untuk 3 Pemain Inggris: Arogan dan Tidak Peka
Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
Performa Inspiratif Jude Bellingham Justru Menghadirkan Masalah Baru buat Inggris
